Assalamualaikum...
Sudah lama tidak kusapa sahabat2 pembaca Blogku....Aku barusaja terkurung dalam keadaan yang benar2 menghimpit batinku. Sungguh aku tak sanggup mendapat kabar yang benar-benar aku benci. aku tak kuasa akan semua ini. Mendengarnya saja aku tak sanggup, apalagi harus rela menjalaninya.
Kekuatan yang pernah muncul, haruskah segera terkuburkan? kadang aku tak pernah berhenti bertanya, apa salahku?
Tapi aku masih saja tak bisa merubah warna alami yang terjadi. Aku ingin sekali anggur yang pernah aku makan itu, masih bisa kunikmati lagi. Benci aku saat ini yang hanya mampu melihatnya terbungkus rapi. sedikitpun aku tak bisa menyentuhnya.
Kenapa keranda kematian itu yang menghampiri, meskipun aku sadar teman terdekat manusia adalah kematian.
kepada siapa lagi aku harus meluahkan rasa ini. siapa yang bisa tau, aku di sini terpuruk.
Aku benci harapan, apatalah lagi kenyataan. Setiap kali teringat, aku hanyabisa meneteskan air mata.
Tuhan...
Padamu aku bersujud, Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui..
Senin, 03 Januari 2011
Senin, 06 Desember 2010
Tahun Baru...Hijriah...
Aku bangkit dari lingkaran setan yang membellenggu kakiku..terima kasih pada semua sahabat terbaikku.yang telah mendokan aku. Aku yakin aku bisa sembuh. Ya aku akan bisa beraktifitas lagi. Alhamdulillah operasi keduaku lancar. Nanti kalian akan bisa melihatku sembuh dan tertawa seperti biasa.
aku memulia hidup dan cerita baruku di usiaku yang ke-24 ini. Tak akan ku biarkan kecewa menyelimuti hati lagi.
Semua sudah berlalu, bukan menjadi sebuah kesakitan...tapi sebuah kenangan.
Istimewa buat sahabatku Marhadi Sarja..yang selalu memberiku kekuatan. Nasehatmu akan selalu ku ingat. Ku kabarkan Aku bahagia saat ini. sebagai hadiah, ku hadirkan foto kenangan kita ber2 di UKM dulu.
Aku bangkit dari lingkaran setan yang membellenggu kakiku..terima kasih pada semua sahabat terbaikku.yang telah mendokan aku. Aku yakin aku bisa sembuh. Ya aku akan bisa beraktifitas lagi. Alhamdulillah operasi keduaku lancar. Nanti kalian akan bisa melihatku sembuh dan tertawa seperti biasa.
aku memulia hidup dan cerita baruku di usiaku yang ke-24 ini. Tak akan ku biarkan kecewa menyelimuti hati lagi.
Semua sudah berlalu, bukan menjadi sebuah kesakitan...tapi sebuah kenangan.
Istimewa buat sahabatku Marhadi Sarja..yang selalu memberiku kekuatan. Nasehatmu akan selalu ku ingat. Ku kabarkan Aku bahagia saat ini. sebagai hadiah, ku hadirkan foto kenangan kita ber2 di UKM dulu.
Minggu, 05 Desember 2010
Selasa, 09 November 2010
Kalimat
Kalimat adalah Satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran dan wajib mempunyai klausa.
Ciri-ciri kalimat:
1. Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan Intonasi final (titik, tanda tanya, dan tanda seru)
2. Kalimat aktif sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat
3. Predikat transitif disertai objek, predikat intransitif dapat disertai pelengkap.
4. Mengandung pikiran yang utuh.
5. Menggunakan urutan logis, setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek, predikat, objek, dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya.
6. Mengandung satuan makna, ide, atau pesan yang jelas
7. Dalam paragraf yang terdiri dua kalimat atau lebih, kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan.
Kalimat Efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan, informasi secara tepat.
Ciri-ciri kalimat efektif:
1. Keutuhan, kesatuan, kelogisan, atau kesepadanan makna dan struktur
2. Kesejajaran bentuk kata, dan struktur kalimat secara gramatikal
3. Kefokusan pikiran sehingga mudah dipahami
4. Kehematan penggunaaan unsur kalimat
5. Kecermatan dan kesatuan
6. Kevariasian kata, dan struktur sehingga menghasilkan keseragaman bahasa
Keutuhan
Contoh:
- Saya saling memaafkan (salah)
- Rumput makan kuda di lapangan (salah)
Kedua kalimat itu salah karena tidak adanya kesepadanan struktur dan makna
Seharusnya:
- Kami saling memaafkan (benar)
- Kuda makan rumput di lapangan (benar)
Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan secara konsisten
Contoh:
- Polisi segera menangkap pencuri itu karena sudah
diketahui sebelumnya (salah).
- Polisi segera menangkap pencuri itu karena sudah
mengetahui sebelumnya (benar)
Kefokusan
- Sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitas produk hortikultura ini (tidak efektif)
- Produk holtikultura ini sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya (efektif)
- Pandai bergaul, pandai bicara, dan pandai membujuk orang adalah modal utama pemasar produk (tidak efektif).
- Pandai bergaul, berbicara, dan membujuk orang adalah modal utama pemasar produk (efektif)
Kehematan
Hindarkan :
1. Subjek ganda, contoh : buku itu sudah saya baca.
Seharusnya: Saya sudah membaca buku itu
Kecermatan dan Kesantunan
a. Kecermatan
Contoh:
Manusia ialah makhluk yang berakal budi (salah, tidak cermat). Kata ialah harus diikuti sinonim, bukan definisi formal. Jika menggunakan ialah maka kata manusia disertai sinonim.
- Manusia adalah makhluk yang berakal budi (benar, cermat)
- Manusia ialah orang (benar, cermat)
b. Kesantunan -> Kalimat yang baik dan santun ditandai dengan sifat- sifat : singkat, jelas, lugas, dan tidak berbelit-belit.
Contoh:
- Sebagaimana telah ditetapkan, pekerjaan itu biasanya dikerjakan dua kali seminggu (salah)
- Sebagaimana telah ditetapakn, pekerjaan itu dilakukan dua kali seminggu (benar)
Kevariasian -> Dapat dilakukan dengan variasi struktur, diksi dan gaya asalkan variasi tersebut tidak menimbulkan perubahan makna kalimat yang dapat menimbulkan salah pemahaman atau salah komunikasi
1. Kalimat berimbang (dalam kalimat majemuk setara). Kedua orang tuanya bekerja di perusahaan, dan ketiga anak mereka belajar di sekolah
2. Kalimat melepas -> mengubah fungsi klausa kedua dari klausa koordinatif dengan klausa pertama) menjadi klausa sematan dalam kalimat berikut ini menjadi anak kalimat keterangan waktu
Contoh: Kedua orang tuanya bekerja di perusahaan ketika ketiga anak mereka belajar di sekolah
3. Kalimat berklimaks yaitu menempatkan klausa sematan (anak kalimat) pada posisi awal dan klausa utama di bagian akhir
Contoh: Ketiga anak itu belajar di sekolah, kedua orang tua mereka bekerja di perusahaan
Ketepatan Diksi
Memasalahkan ketepatan kata. Setiap kata harus mengungkapkan pikiran secara tepat. Untuk itu, penulis harus membedakan kata yang hampir bersinonim, struktur idiomatik, kata yang berlawanan makna, ketepatan dan kesesuaian, dan sebagainya
Kesalahan Struktur
a. Kalimat aktif tanpa subjek
- Menurut ahli hukum menyatakan bahwa ekonomi Indonesia segera bangkit jika hukum ditegakkan (salah)
- Ahli hukum menyatakan bahwa ekonomi indonesia segera bangkit jika hukum ditegakkan (benar)
b. Menempatkan kata depan di depan subjek, dengan kata depan ini subjek berubah fungsi menjadi keterangan
- Di Jakarta memiliki pusat perdagaangan terbesar di Asean (Salah)
- Jakarta memiliki pusat perdagangan terbesar di Asean
- Di Jakarta terdapat pusat perdangan terbesar di Asean
Perbaikan dilakukan dengan menghilangkan kata depan di atau mengubah struktur aktif menjadi pasif.
Kesalahan Diksi
1. Diksi kalimat salah jika :
a. Menggunakan dua kata bersinonim dalam satu frasa : agar, supaya, adalah merupakan dll
b. Menggunakan kata tanya yang tidak menanyakan sesuatu : di mana, yang mana, bagaimana
c. Menggunakan kata berpasangan yang tidak sepadan
- Ia tidak hanya pandai melainkan juga rajin (salah)
- Ia bukan hanya pandai melainkan juga rajin (benar)
- Ia tidak hanya pandai tetapi juga rajin (benar )
d. Menggunakan kata berpasangan secara idiomatik yang tidak bersesuaian. Contoh : sesuai bagi seharusnya sesuai dengan.
Diksi atau Kalimat Kurang Baik (Kurang Santun)
a. Menonjolkan akunya dalam suasana formal, misalnya : aku,dan saya
b. Pilihan kata yang mengepresikan data secara subjektif, contohnya
menurut pendapat saya… sebaiknya menggunakan data
menunjukan bahwa…….pengalaman membuktikan bahwa,
c. Menggunakan kata yang tidak jelas maknanya
d. Diksi tidak sesuai dengan sesuatu yang dihadapi
e. Penolakan dan pembuktian tanpa makna kata yang pasti (eksak)
Kesalahan Ejaan
Berpengaruh terhadap kalimat efektif, bukan hanya memperkecil kualitas kalimat melainkan juga dapat mengakibatkan kesalahan kalimat.
Catatan: Data ini dikutip dari berbagai sumber.
Ciri-ciri kalimat:
1. Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan Intonasi final (titik, tanda tanya, dan tanda seru)
2. Kalimat aktif sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat
3. Predikat transitif disertai objek, predikat intransitif dapat disertai pelengkap.
4. Mengandung pikiran yang utuh.
5. Menggunakan urutan logis, setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek, predikat, objek, dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya.
6. Mengandung satuan makna, ide, atau pesan yang jelas
7. Dalam paragraf yang terdiri dua kalimat atau lebih, kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan.
Kalimat Efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan, informasi secara tepat.
Ciri-ciri kalimat efektif:
1. Keutuhan, kesatuan, kelogisan, atau kesepadanan makna dan struktur
2. Kesejajaran bentuk kata, dan struktur kalimat secara gramatikal
3. Kefokusan pikiran sehingga mudah dipahami
4. Kehematan penggunaaan unsur kalimat
5. Kecermatan dan kesatuan
6. Kevariasian kata, dan struktur sehingga menghasilkan keseragaman bahasa
Keutuhan
Contoh:
- Saya saling memaafkan (salah)
- Rumput makan kuda di lapangan (salah)
Kedua kalimat itu salah karena tidak adanya kesepadanan struktur dan makna
Seharusnya:
- Kami saling memaafkan (benar)
- Kuda makan rumput di lapangan (benar)
Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan secara konsisten
Contoh:
- Polisi segera menangkap pencuri itu karena sudah
diketahui sebelumnya (salah).
- Polisi segera menangkap pencuri itu karena sudah
mengetahui sebelumnya (benar)
Kefokusan
- Sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitas produk hortikultura ini (tidak efektif)
- Produk holtikultura ini sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya (efektif)
- Pandai bergaul, pandai bicara, dan pandai membujuk orang adalah modal utama pemasar produk (tidak efektif).
- Pandai bergaul, berbicara, dan membujuk orang adalah modal utama pemasar produk (efektif)
Kehematan
Hindarkan :
1. Subjek ganda, contoh : buku itu sudah saya baca.
Seharusnya: Saya sudah membaca buku itu
Kecermatan dan Kesantunan
a. Kecermatan
Contoh:
Manusia ialah makhluk yang berakal budi (salah, tidak cermat). Kata ialah harus diikuti sinonim, bukan definisi formal. Jika menggunakan ialah maka kata manusia disertai sinonim.
- Manusia adalah makhluk yang berakal budi (benar, cermat)
- Manusia ialah orang (benar, cermat)
b. Kesantunan -> Kalimat yang baik dan santun ditandai dengan sifat- sifat : singkat, jelas, lugas, dan tidak berbelit-belit.
Contoh:
- Sebagaimana telah ditetapkan, pekerjaan itu biasanya dikerjakan dua kali seminggu (salah)
- Sebagaimana telah ditetapakn, pekerjaan itu dilakukan dua kali seminggu (benar)
Kevariasian -> Dapat dilakukan dengan variasi struktur, diksi dan gaya asalkan variasi tersebut tidak menimbulkan perubahan makna kalimat yang dapat menimbulkan salah pemahaman atau salah komunikasi
1. Kalimat berimbang (dalam kalimat majemuk setara). Kedua orang tuanya bekerja di perusahaan, dan ketiga anak mereka belajar di sekolah
2. Kalimat melepas -> mengubah fungsi klausa kedua dari klausa koordinatif dengan klausa pertama) menjadi klausa sematan dalam kalimat berikut ini menjadi anak kalimat keterangan waktu
Contoh: Kedua orang tuanya bekerja di perusahaan ketika ketiga anak mereka belajar di sekolah
3. Kalimat berklimaks yaitu menempatkan klausa sematan (anak kalimat) pada posisi awal dan klausa utama di bagian akhir
Contoh: Ketiga anak itu belajar di sekolah, kedua orang tua mereka bekerja di perusahaan
Ketepatan Diksi
Memasalahkan ketepatan kata. Setiap kata harus mengungkapkan pikiran secara tepat. Untuk itu, penulis harus membedakan kata yang hampir bersinonim, struktur idiomatik, kata yang berlawanan makna, ketepatan dan kesesuaian, dan sebagainya
Kesalahan Struktur
a. Kalimat aktif tanpa subjek
- Menurut ahli hukum menyatakan bahwa ekonomi Indonesia segera bangkit jika hukum ditegakkan (salah)
- Ahli hukum menyatakan bahwa ekonomi indonesia segera bangkit jika hukum ditegakkan (benar)
b. Menempatkan kata depan di depan subjek, dengan kata depan ini subjek berubah fungsi menjadi keterangan
- Di Jakarta memiliki pusat perdagaangan terbesar di Asean (Salah)
- Jakarta memiliki pusat perdagangan terbesar di Asean
- Di Jakarta terdapat pusat perdangan terbesar di Asean
Perbaikan dilakukan dengan menghilangkan kata depan di atau mengubah struktur aktif menjadi pasif.
Kesalahan Diksi
1. Diksi kalimat salah jika :
a. Menggunakan dua kata bersinonim dalam satu frasa : agar, supaya, adalah merupakan dll
b. Menggunakan kata tanya yang tidak menanyakan sesuatu : di mana, yang mana, bagaimana
c. Menggunakan kata berpasangan yang tidak sepadan
- Ia tidak hanya pandai melainkan juga rajin (salah)
- Ia bukan hanya pandai melainkan juga rajin (benar)
- Ia tidak hanya pandai tetapi juga rajin (benar )
d. Menggunakan kata berpasangan secara idiomatik yang tidak bersesuaian. Contoh : sesuai bagi seharusnya sesuai dengan.
Diksi atau Kalimat Kurang Baik (Kurang Santun)
a. Menonjolkan akunya dalam suasana formal, misalnya : aku,dan saya
b. Pilihan kata yang mengepresikan data secara subjektif, contohnya
menurut pendapat saya… sebaiknya menggunakan data
menunjukan bahwa…….pengalaman membuktikan bahwa,
c. Menggunakan kata yang tidak jelas maknanya
d. Diksi tidak sesuai dengan sesuatu yang dihadapi
e. Penolakan dan pembuktian tanpa makna kata yang pasti (eksak)
Kesalahan Ejaan
Berpengaruh terhadap kalimat efektif, bukan hanya memperkecil kualitas kalimat melainkan juga dapat mengakibatkan kesalahan kalimat.
Catatan: Data ini dikutip dari berbagai sumber.
Langganan:
Postingan (Atom)



