Minggu, 04 September 2011

5 Beradik

Lebaran Bersama Keluarga



ALhamdulillah aku bisa menikmati lebaran ini bersama keluarga tercinta. Keluargaku masih lengkap. Apatah arti duka yang kurasakan saat ini bila dibandingkan kebahagiaan bersama keluarga tercinta. Terima Kasih ya Allah. Terima kasih Bapak, Mak, Yong dan Adek-adek.  

Memenuhi Permintaannya...

Saat aku membuka mata pagi tadi, memang tak bisa aku nafikan wajahnya adalah pertama yang menghadiri mataku. Entah sampai kapan ini akan terjadi.

Saat aku menggosok mata, terlihat cincin yang sudah lama melingkar di jari tengahku. Aku teringat permintaannya semalam untuk aku menjalani hidupku.

Salah satu cara aku harus membuang semua kenangan tentangnya. Menghapus foto-fotonya. Mengubur semua barang-barangnya. Termasuk juga melepaskan cincin yang melingkar ini.

Jujur saja. Terasa sesak nafas ini. Berkali-kali aku melepaskannya tak berhasil. Akhirnya aku menarik nafasku dalam-dalam mencoba untuk ikhlas dengan semua ini. Akhirnya aku berhasil juga. Tanpa sadar air mata ini membasahi pipi yang semalaman terkeringkan oleh tidurku yang panjang.

Aku harus ikhlas melalakukan itu.

Ya Allah. Peluk aku. Bantu aku tuk menjalani hidupku. Sesungguhnya Engkau lebih dekat denganku dari urat leherku.

Aku hanya memenuhi permintaanya. Mengabulkan keinginan orang yang paling aku sayang.

Kenapa dia meminta aku melakukan sesuatu yang menetang kodratku Ya Allah. Terlupakah dia sesungguhnya engkaulah yang menghadirkan rasa cinta di hati hamba untuknya.

Ya Allah. jika rasa itu baik untukku, untuk agamaku, untuk keluargaku maka kekalkanlah. Jika tidak maka tariklah. Biar hamba bisa bersabar.

Mengingat Permintaannya

Kaget sungguh... subuh dapat telp dari mahasiswa yang menyatakan cinta. Seorang mahasiswaku dulu yang pernah ku ajari waktu jadi asisiten dosen di UNRI.

"Bolehkah saya mengisi kekosongan hati ibu?"

Sungguh terasa aneh mendengar perkataan mahasiswaku tersebut yang lebih tua dariku sebenarnya. ANEH. Aku coba meniadakan ucapan tersebut. Aku mengabaikannya.

Kenapa aku begitu sulit untuk percaya pada lelaki saat ini. Apakah aku trauma oleh lelaki yang tak ingin ku sebut namanya lagi atau apa ya?

Aku ingin menjalani hidupku sendiri saja. Bahkan aku ingin jauh dari semua orang yang aku kenal. Aku benar-benar ingin sendiri. Tak bisa dijangkau oleh siapapun.

pencraianku di subuh yang dini ini membuat aku merasakan damai menikmati angin segar  yang menyelinap masuk ke rumahku.

Permintaannya yang mengajarkan aku keindividuallanku saat ini. Sampai nanti aku bisa menghapus semua kenangan yang tak lagi boleh aku goreskan. Karena setiap kali aku menggores tentangnya di sini, itu berarti aku masih mencintainya. Jika aku masih mencintainya itu berarti aku tak bisa memenuhi permintaan orag yang paling aku cintai saat ini. Dia pasti tidak akan bahagia jika aku tak bisa memenuhi permintaannya.

Hidup aku tak lagi aku rasa punya arti, jika aku tak bisa membahagiakannya.

Surat Tuk Daun

Siak Hulu, 04 September 2011
Teristimewa buat Kanda Tercinta


Doa dan harapanqu di ujung magrib ini, semoga Allah tetap memayungi rahmat dan hidayahnya buat kanda dan orang-orang yang kanda sayang. Keadaan dinda di sini Alhamdulillah baik-baik saja.

Maafkanlah dinda yang tak mampu berkata-kata saat kanda di rumah tadi. Dinda tak punya cara lain selain melayangkan warkah sederhana yang tanpa kertas ini kehadapan kanda. Maafkan dinda jika tarian yang tak berpena ini akan membuat kanda marah atau tersinggung apalagi harus terluka.

Kandaqu yang baik...

Maafkan dinda yang sangat TERLUKA dengan permintaan kanda untuk dinda mencoba menerima lelaki lain. Kalimat itu sangat menyakitkan sayang. Tak lagi dinda mampu menahan air mata yang tertumpah ini. Dinda benaran hancur, bahkan sangat hancur. Kehancuran dinda bukan karena kanda tidak memilih dinda, atau karena kita tidak bisa menikah. Semua telah diatur oleh Allah sayang.

Maafkan dinda sayang...

Dinda tak pernah mengatakan hal ini kepada kanda. Dinda sangat yakin dengan cinta dinda ke kanda. Tak perlu sebenrnya tadi, kanda bicara soal untung rugi dengan cinta yang dinda punya. Dinda TULUS mencintai kanda. Bukan untuk memaksa diri memiliki kanda. Bukan sayang. Dinda sadar siapa diri dinda. Dinda sadar sayangqu. Sadar banget. Kanda ibarat MERAK di kayangan. Sedngkan dinda hanyalah PIPIT di hutan rimba yang pada jangkaun tertentu bisa buta. Manalah mungkin seekor PIPIT mampu menuju kayangan jika sayap yang dia punya telah tergoreskan oleh sembilu.

Dalaf...

Kehadiran kanda di tengah kerumitan psikis dinda memberi sebuah nafas. Dinda hidup dari kiriman nafas Allah itu. Kanda tahu, Betapa dinda membutuhkan kanda. Tak perlu sampai dinda bisa memiliki kanda. Tapi cukuplah dengan kebebasan hati dinda mencintai kanda secara tulus. Tapi lewat 3 kali istikarah kanda, kanda minta dinda berhenti mencintai kanda. Itu berarti Allah telah menarik NAFAS itu.

Lewat surat ini, dinda kirim lirik lagu yang dinyanyikan oleh Melly Goslow. Sebagai bagian perasaan yang menyudutkan dinda saat ini.

MALAM TAK BERTUAH..

SIANG TANPA PESAN

MANISNYA HARI MEYAPA DIRIKU

REFF..

MANUSIA BIASA MUNGKIN TAKKAN SANGGUP MERENUNGI NASIB GELAP GULITA
BENTANGKAN HATIKU..
TUHAN PELUK AKU
CINTA SAHABAT MENAFKAHI JIWA

JIKA AKU MENJADI SEPERTI YANG LAIN
HIDUP BERCAHAYA
MUNGKIN SAJA AKU KEHGILANGAN RASA SYUKUR TAK TERSENYUM  DALAM DAMAI

COBA KAU JADI AKU
SANGGUPKAH BERNAFAS TANPA UDARA
NAMUN KUNIKMATI NASIB DAN TAKDIR HIDUP INI
BILA TUHAN YANG MAHU

JIKA AKU MAMPU MELAWAN GARIS YANG TERTULIS

BUKANNYA TUHAN TAK MENDENGAR DOA KITA

DIA TAHU YANG TERBAIK

JIKA AKU MENJADI

Semoga kanda bisa merasakan apa yang dinda rasakan. Apalah arti Raga tanpa jiwa. Jiwa juga tak akan berguna tanpa cinta yang engkau anugerahkan terhadap hamba. Allah menganugerahkan rasa cinta ini, bukan untuk merusak, bukan juga untuk membuat dinda menderita. Cinta ini membuat dinda hidup. Cinta ini membuat dinda bahagia.

Dinda masih bisa berpikir rasional sayangku. Percayalah dinda bisa melewati semua ini. Dinda akan selalu sabar menghadapi semua ini. Dinda bersyukur, yang penting kanda masih ada. Soal kepedihan tak perlu kanda takut atau kanda kasihani. Katakan pada kak Ema dan Puji, dinda dah biasa terluka. Banyak yang lebih perih dari yang kanda lakukan sayang. Kalau dinda gak kuat, tak mungkin dinda masih bertahan hidup sampai saat ini.

Dinda akan mencoba untuk melakukan apa yang kanda minta. Dinda akan coba untuk  menghargai perasaan lelaki lain. Dinda yakin suatu saat kesabaran dinda akan dibayar dengan kebahagiaan.

Kanda...

Melalui warkah sederhana ini, dinda ingin meminta kanda untuk selalu bersabar menghadapi manusia lain. Dinda yakin kanda bisa melakukan itu. Sabar menhadapi siapa saja. Apalagi menghadapi orang yang kanda sayang.

Doakanlah Allah selalu menghadiahkan rasa bahagia kepada dinda.

Demikianlah surat ini dinda tuliskan kehadapan kanda. maaf jika dinda membuat kanda terluka.

Salam peluk dan cium

Dindamu
Roziah

FBqu Tak bisa dibuka

Huft...

Kesal.

Kenapa Facebookku tak bisa dibuka. Ya Allah... Hanya darisitu aku ingin melihat orang yang selalu ingin ku lihat...

Siapa yang ganngu FBqu?

Kandaaa... tolong dinda..

Embun Terjatuh

"Kanda mau ngomong serius"

"Ngomonglah!"

"Kalau bisa kanda mau nasehatin dinda."

"Ya gitu."

"Puji dah ceritakan semua. Termasuk soal poligami."

"Oh ya."

"Ketika puji nanya tentang dinda sama Adi. Kanda bilang kanda ikhlas. Bapak tak tahu juga kenapa kakak masih bertahan. Padahal bapak tak pernah memberi harapan. Kakak masih muda. Jalan hidupnya masih panjang. Tak tahu juga kenapa. Bapak kasihan sama kakak."

"Hmmm." Aku mencoba merundukkan kepalaku menahan semua sesak di dada yang tak mampu aku tuliskan di sini. Ya cukup di diary pribadiku saja. Aku lafaskan rasa yang tak tertandingi.

"Kanda KASIAN liat dinda."

"Hmmm.." sambil aku menahan sebat dan rasa tidak percaya itu.

"Kak Ema dan Puji juga kasian sama dinda."

"Kenapa mereka kasian sama dinda."

"Sayang. Itulah bentuk perhatian mereka terhadap dinda."

Satu kalimat yang saat ini akan mewakili semua rasa itu

"AKU TERLUKA."

Aku tak pernah meminta rasa cinta ini hadir di hatiku yang terdalam. Sekali-kali tidak. Tapi ia meluncur sendiri.

Hari ini. Aku harus belajar untuk menjalani hidupku sendiri. Seperti yang diminta oleh orang yang paling aku cintai. Dia telah meminta aku mencari kebahagiaanku sendiri.

Aku tak lagi mampu menangis.

Aku menjalankan permintaannya sangat menyakitkan itu. Mungkin dia tidak tahu permintaannya kali ini benar-benar melukai hati ini.

Aku cuma yakin satu hal. Aku yakin permintaannya kali ini adalah yang terbaik untuk aku, dia dan Meysa.

Ya Allah. Aku sangat mencintainya. Tapi hari ini dia tak lagi mau menerima cinta dariku. Dia telah memutuskan mundur.

Bantu hamba ya Allah. Bantulah hamba ubtuk memapah diri. Hamba yakin engkau tidak tidur. Engkau tahu hamba terluka saat ini. Cukup 10 menit saja hamba terluka ya Allah.

Hamba ingin seperti biasa saja terhadapnya. Meskipun hamba merasa dia talah membuang hamba.

Semoga dia bahagia ya Allah. Bahagia bersama Meysa.

Apalah arti Raga tanpa jiwa. Jiwa juga tak akan berguna tanpa cinta yang engkau anugerahkan terhadap hamba.

Terima kasih Allah. Engkau selalu sayang pada Hamba. Engkau telah memberi pelajaran yang berharga saat Daun mengolengkan badan untuk membuang Embun yang menumpang