Jumat, 09 September 2011
Selamat Pegantin Baru Daun
Ikhlas ku hadiahkan fotoku yang tersenyum ini sebagai kado pernikahanmu sayang. Aku mencintaimu bukan karena kau mencintaiku tapi karena Allah menitipkan dirimu untuk selalu ku sayangi. Perasaan ini masih utuh untukmu Daun.
Embun setia menunggu Daun...
I Love U because Allah.
Kamis, 08 September 2011
Kala ku tak bisa berbuat apa
Tersenyum adalah obat bagiku melawan semua rasa ini. Aku tetap ingin bahagia untuknya. Karena aku tak mau dia datang terkesan sebagai perusak. Aku mau dia yakin, kalau dia adalah yang paling berharga buat aku. Tak mungkin aku marah kepadanya seprti yang dia minta. Mungkin dia menganggap aku UNIK. Tapi yang pasti aku hanya seorang yang sederhana. Yang selalu tersenyum. Meskipun banyak masalah atau lagi diuji. Apatah lagi harus marah-marah. Aku hanya belajar untuk bersabar.
Aku yakin aku akan bisa tersenyum selalu untuk Allah... dan semua ciptaan-Nya
Rabu, 07 September 2011
Senyum ikhlasku sebagai kado tuk merestui pernikahan Daunku TERCINTA
Ya Allah
Aku tak punya kaki tuk melangkah ke haribaan dalam rumah tangga. Tak juga punya kuasa menemani setiapnya melelapkan mata. Tak juga bisa meminjamkan bahuku untuk dia bersandar. Tak juga bisa meminjamkan kedua-dua pahaku tempanya terlelap setiap di lagi dalam derita.
Ya Allah...
Mulai besok aku tak bisa lagi memanggilnya SAYANG, CINTA, BUAH HATI, INTAN PAYUNG, DLL.
Di blog mungkin aku bisa memanggilnya Dalaf, Daun, atau Kanda. Ketika ku merindukannya, itu sudah jadi rindu terlarang. Ketika ku mencintainya itu menjadi cinta terlarang. Ketika ku menyayanginya jadi sayang terlarang.
Ya Allah...
Engkau tak akan menguji hamba kalau hamba tak sanggup.
Kabulkanlah doa hamba ya Allah. Jadikanlah rumah tangga Dalaf dan Meysa Putia rumah tangga yang sakinah mawaddah warahhmah. Karuniakanlah mereka kebaikan dan kemuliaan. Karuniakanlah mereka putra-putri yang shaleh dan shalihah.
Tak bisa ku menghadiahkan sesuatu selain doa dan restu yang ikhlas dariku.
Kanda... izinkan dinda tetap rebah di hati kanda
Subuh yang dini
Ku terbangun di tengah-tengah tidur yang panjang. Keharibaan-Nya ku bersimpuh diri memohon ampun dan bertaubat. Aku tumpahkan semua tangis, agar lenyap semua beban di hati.
Hanya kepada-Nya ku bisa hapus titik hitam yang ada di hatiku akibat kehadiran sebuah cinta yang benar-benar menggetarkan hati.
Aku tetap bersyukur kepada-Nya. Karena dia masih hidup. Bukan itu yang terpenting.
Hanya kepada-Nya ku bisa hapus titik hitam yang ada di hatiku akibat kehadiran sebuah cinta yang benar-benar menggetarkan hati.
Aku tetap bersyukur kepada-Nya. Karena dia masih hidup. Bukan itu yang terpenting.
Jadi DUKUN
Pengalaman yang sungguh aneh dalam hidupku ketika jadi penghalau hantu. Aku tak tahu namanya apa. Yang jelas semalam aku telah mengikuti saran salah satu dosen yang bernama Siti Rubiah. Aku mencoba membaca ayat apa saja yang hafal olehku, dan menghembus sekuat-kuatnya ubun-ubun mahasiswaku yang bernama Rifa.
Aku baru kali ini terjun langsung menangani mahasiswa yang kemasukan. Terasa aneh memang. Tapi apa lagi. Percaya saja. Mungkinkah aku dikatakan sebagai dukun? atau apalah. Alhamdulillah anak itu sudah baikan. Lalu ku ajak dia ruang prodi sambil mendengar ceritanya.
Sebagai Ketua prodi aku dituntut menjadi seorang ibu. ya begitulah adanya aku yang harus tunduk dengan keadaan yang berlaku. Semoga semua bisa berjalan lancar.
Terima kasih Allah.
Aku baru kali ini terjun langsung menangani mahasiswa yang kemasukan. Terasa aneh memang. Tapi apa lagi. Percaya saja. Mungkinkah aku dikatakan sebagai dukun? atau apalah. Alhamdulillah anak itu sudah baikan. Lalu ku ajak dia ruang prodi sambil mendengar ceritanya.
Sebagai Ketua prodi aku dituntut menjadi seorang ibu. ya begitulah adanya aku yang harus tunduk dengan keadaan yang berlaku. Semoga semua bisa berjalan lancar.
Terima kasih Allah.
Senin, 05 September 2011
Ya Allah... jantungku terasa mau copot. Melihatnya dengan Meysa di parkiran. Tak kuat aku memicu motorku. Tersa darah segar menuju otakku.
Ya Allah...
Dosa apa yang telah aku lakukan? Sehingga begitu susah menghadapinya.
Aku ingin pergi Ya Allah. Aku mencoba bicara mau S3 dengan PR 2 tadi. Tapi tak diizinkannya. Ya Allah. Aku ingin lari. Lari. Lari menujuMU.
Kabulkan doaku Ya Allah untuk S3. Berikan jalan kepada hamba.
Aku tak kuat Ya Allah. Aku tak kuat. Benaran tak kuat. Tak kuat.
Ya Allah...
Dosa apa yang telah aku lakukan? Sehingga begitu susah menghadapinya.
Aku ingin pergi Ya Allah. Aku mencoba bicara mau S3 dengan PR 2 tadi. Tapi tak diizinkannya. Ya Allah. Aku ingin lari. Lari. Lari menujuMU.
Kabulkan doaku Ya Allah untuk S3. Berikan jalan kepada hamba.
Aku tak kuat Ya Allah. Aku tak kuat. Benaran tak kuat. Tak kuat.
Langganan:
Postingan (Atom)



